Adsense

Sabtu, 21 Juli 2018

Pengalaman Pakai HP Xiaomi Redmi 5+

Berdasarkan beberapa hari pemakaian, berikut ini ulasan singkat mulai dari Unboxing, Desain, Hardware, Baterai, kamera, Fitur lain dan kesimpulan tentang ponsel Xiaomi Redmi 5 Plus.

1. Unboxing
Sebelum lebih jauh ke ulasan user-experience, mending bongkar dulu apa saja yang ada di dalam kotak penjualan Redmi 5 Plus.,Di dalam kotak ternyata ada satu unit ponsel Redmi 5 Plus, Kepala Charger 5V - Volt/ 2A - Ampere (Sudah ada fitur fast charging Qualcomm), Kabel Data Micro USB (belum Type-C), Buku Manual. Hmm... Ternyata ga ada headsetnya ya?


2. Desain
Xiaomi mencoba hal berbeda untuk Redmi 5 Plus, desainnya kali ini berbeda dari seri sebelumnya yang menggunakan bahan Metal, sedangkan pada ponsel ini bagian depan dilapisi kaca. Berbeda dengan seri sebelum-sebelumnya, Redmi 5 Plus memiliki desain belakang yang terbuat dari Aluminium sehingga kuat dan kokoh. Sedangkan bagian depannya dilapisi dengan kaca yang membuat tampilannya semakin elegan.

Akan tetapi, pihak Xiaomi masih mempertahankan posisi kamera dan sensor sidik jari yang diikuti garis antena atas dan bawah. Di depan juga ada lensa kamera dan LED-flash buat selfie, uniknya kali ini Xiaomi menghapus tombol kapasitif dan menggantinya dengan on-screen button.

Ini yang bikin saya suka, layar yang ditampilkan pada Redmi 5 Plus merupakan bezeless IPS Full HD 1080p sehingga memenuhi seluruh tampilan depan layaknya ponsel mahal kekinian. Jadi meskipun datang dengan layar 6 Inchi dan dilindungi pelindung kaca Corning Gorilla Glass, karena menggunakan rasio 18:9 tetap nyaman digenggam tidak terasa lebar, atau bisa dibilang malah kayak HP layar 5,2 inch.

3. Kinerja Hardware
Soal hardware, saya tidak mau komentar banyak soalnya spesifikasinya cukup bagus. Xiaomi Redmi 5 Plus menunjukkan performa terbaiknya berkat sokongan MIUI 9 berbasis Android 7 Nougat. Redmi 5 Plus ditenagai chip mid-range, Qualcomm MSM8953 Snapdragon 625 yang sudah terbukti hemat daya tanpa mengurangi performa saat digunakan pekerjaan berat seperti gaming sampai multitasking.

Berdasarkan hasil pengetesan, hasil skor AnTuTu Benchmark mendapatkan 68210 total score. Buka tutup apps hingga 10 awal-awal digunakan sih lancar jaya, tapi semakin hari bakal menurun performanya jadi memuat ulang untuk buka 7 aplikasi sekaligus saja. Untungnya berkat prosesor Octa-core 2,0 GHz Cortex A-53 dan GPU Adreno 506 main game PES terbaru yang ukurannya hampir 1,8GB masih lancar jaya, bahkan sambil chatting sekaligus.

4. Ketahanan Baterai
Salah satu alasan mengapa saya suka seri Redmi adalah memiliki baterai dengan kapasitas tinggi sehingga performanya sungguh ciamik. Bukan Xiaomi namanya kalau tidak berikan baterai jumbo dan ekstra awet di ponsel mereka, termasuk Redmi 5 Plus kali ini yang hadir dengan kapasitas batre 4000 mAh non-Removable. Tipenya sudah meningkat dari generasi sebelumnya yakni Li-Po bukan lagi Li-Ion.

Untuk pemakaian normal, bisa bertahan 7 hingga 10 jam. Apalah arti baterai besar kalau tanpa fast charging, dengan 5 Volt dan 2 Ampere, Anda bisa mengisi ulang (ngecas) batre mendapatkan 30% dalam 22 menit pengisian di Xiaomi Redmi 5 Plus. Kekurangan dari fitur Quick Charge adalah, suhu baterai akan meningkat signifikan alias cepat panas saat dalam pengisian ulang tapi tidak terlalu bermasalah, jangan khawatir akan kerusakan selama tidak dipakai sambil dicas.

5. Kamera
Meskipun memiliki flash LED di kamera depan, namun jangan terlalu berharap tinggi dengan resolusi kamera yang diusung Redmi 5 Plus. Redmi 5 Plus hanya mengandalkan satu lensa saja di belakang dengan lensa aperture yang cukup besar yakni f/2.2 dengan resolusi 12 MP saja. Menurut saya jika dibandingkan dengan harganya, kualitas kamera yang disuguhkan memang sudah sebanding. Kamera pada smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan HDR dan Face Detection. Sayangnya, belum dilengkapi degan OIS sehingga hasil rekaman video akan sulit stabil.

6. Fitur Lainnya
Ada banyak fitur sepele namun terkadang dibutuhkan, seperti GPS yang Redmi 5 Plus sudah cukup akurat karena didukung fitur GLONASS, A-GPS dan BDS. Selain itu ada FM Radio, tau sendiri kan kualitas radio HP Xiaomi itu lebih bagus daripada ponsel lain, jarang noise. Redmi 5 Plus sudah bisa menggunakan jaringan 4G LTE pakai kartu Smartfren, XL Axis, Telkomsel, BOLT, Tri, Indosat Ooredoo IM3. kalau No Signal Service tinggal flashing

Smartphone Xiaomi Redmi 5 Plus sudah dipastikan dijual resmi di Indonesia lewat Erajaya Swasembada Tbk (Erafone), garansi TAM lebih menjamin. Sementara kalau Anda nekat beli garansi distributor biasanya toko online seperti e-Commerce Tokopedia (Oceanic atau Prima Abadi di Jogja), Bukalapak, OLX, JD.id dan Lazada banyak yang menjual, rentang harga kisaran Rp 2,1 - 2,5 Juta, bekas / second belum terlalu banyak.

Pilihan warna: Black / Hitam, Gold / Emas, Rose Gold dan Light Blue. Sayangnya kalau Anda mau beli di flash sale, ketersediaan warna kadang belum semua ada. Saran saya sih mantengin saja website itu pas 1 menit sebelum jam flash sale, langsung direload.

7. Kesimpulan
Xiaomi Redmi 5 Plus dijual tidak mengandalkan fitur kamera, tapi karena chipset tergolong mid-range dan kapasitas memori RAM maupun internal storage yang tinggi, membuat multitasking dan bermain game jadi andalan utama. Cocok untuk Penikmat gaming, suka multitasking (banyak sosial media dan aplikasi lainnya dalam satu ponsel). Demikian ulasan singkat Review Pengalaman Pakai HP Xiaomi Redmi 5 Plus Indonesia dengan hasil foto dari kameranya, di harga dua jutaan.

Seterusnya.... »»

Sabtu, 04 November 2017

*GULA YANG GALAU*

Manusia itu jatah Glukosanya
cuman 2 sdt (sendok teh) sehari.

Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan _*karbo*_ lainnya.

Insulin itu akan sibuk mengolah *Glukosa* dari _*karbo*_ yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100.


Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl.

*Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan*

Glukosa yang dimasukin secara gila-gila'an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila'an!!

Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.

Tapi karena _karbo_-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya).

*Insulin ngomong gini * :
_"Waduuh... Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!"_

Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi.

_Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator._

Sumber energi-nya ngga pernah dipake... Tapi karbo masuk terus.

Insulin jadi bingung, _
*Kemana-in lagi ni .. ? *

_"Masukin ke fat cell!
Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu,
di "gudang" penyimpanan."_

Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..

Eh, tapi karbo-nya masuk terus 😔

Insulin makin bingung.
Fat Cell udah engga mau nerima lagi.

Dia kata: _"Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain.
Gue udah nolak!!"_

Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.

*Kata liver* :
_"Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa'an nih ngirim glukosa segini banyak??!!_ Over Capacity niii gw 🙀

Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati'an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.

Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.

Melalui proses _*de novo lipogenesis*_. Jadilah itu *Trigleserid tinggi* dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya *FATTY LIVER*

_Ngeri Broo...🙀🙀

Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..
_Masalah di Empedu!!_

Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA * yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian pisan..
_Plis deh ah..

Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..

Udah bingung si Insulin..
*Mau dikemanain lagi ini Glukosa?"*

Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!

_Maka insulinnya RESIST!!_

Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:
_"HAYATI LELAH BAAANG!!!"_

_*BOOM!!!*_
Akhirnya Insulin Resistance..

Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. _Turun mesin!!_

Yang Diabets type 1, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih "maksa" in masukin karbo terus!!

Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. _Paksa terus!!!_

_*Ternyata..*_
*Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..*

Semua dah ada batasnya.

Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.

Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA

Repost dari:

http://bit.ly/CoachDwi

Seterusnya.... »»

Jumat, 29 September 2017

Pengalaman Sidang Tilang di PN Sleman

Suatu pagi yang indah, saya bermaksud pergi ke kantor. Singkat cerita, baru saja saya maju dari lampu merah, ternyata ada razia kendaraan di tikungan berikutnya. Anehnya saat razia itu, polisi memilih beberapa orang saja yang diminta untuk ke pinggir. Sebagian besar tidak dihentikan dan boleh tetap lewat.


Dengan PD-nya saya lewat saja, coz saya tidak merasa melanggar lalu lintas. Surat-surat lengkap, helm dalam keadaan terkunci dan spion ganda dipasang semua. Apesnya, saya adalah salah satu yang diminta minggir oleh pak Polisi. Saat itu saya tidak ada curiga apa-apa kemudian menyerahkan surat-surat saya yang sudah lengkap.

Saya kira ini cegatan biasa yang bermaksud memeriksa surat-surat, ternyata kesalahan saya adalah melanggar undang-undang tentang "Light On", yaitu kewajiban pengendara bermotor untuk menyalakan lampu di siang hari. Ya sudah lah, saat itu saya pasrah saja disuruh untuk mengurus administrasi di pos polisi.

Mmmm... Sebenernya ga pasrah2x amat sih, coz saat itu ada sedikit niat nakal saya untuk "titip" denda di situ. Awalnya pak Polisi menjelaskan pelanggaran lalu lintas yang saya lakukan, kemudian beliau meminta saya untuk hadir di persidangan di PN Sleman saat akhir bulan. Hmmm... Kemudian saya tanya, "Pak kalau ga usah sidang bisa tidak ya?"



Kata pak Polisi, "Bisa mas... Silahkan datang ke bagian tilang di Polres Sleman. Nanti setor uang ke Rekening BRI sebesar Rp. 100.000,- kemudian STNK-nya bisa langsung diambil tanpa sidang." Hmmm... Baiklah, segera saja saya meluncur ke kantor coz udah agak telat. Di hari senin saya ijin dari kantor dan menuju ke bagian tilang, namun sayang...

Ternyata, berkas STNK saya belum masuk. Petugas di situ meminta saya agar datang lagi minggu depan untuk mengurusnya. Wah... Ternyata saya ga bisa hadir coz ada kegiatan di kantor. So, saya putuskan saya akan hadir di sidang aja saat akhir bulan. Itung2x buat cari pengalaman, hehehehe... Setelah menunggu sebulan akhirnya datang juga "judgement day" tilang yang harus saya lalui.



Saat mengurus, awalnya saya datang ke bagian tilang POLRES Sleman. Intinya saya salah tempat, seharusnya ke pengadilan Negeri Sleman. Bukan Pengadilan agama ya guys. Sampai di Pengadilan Negeri Sleman, saya masuk dan menanyakan kepada petugas. Dan ternyata disuruh ke Kejaksaan Negeri Sleman, karena sekarang sedang tidak ada sidang. Nama saya telah dilihat di komputer dan diketahui harus membayar denda Rp.50.000,-.

Kesimpulannya tanpa ada kesempatan untuk membela diri, saya serta merta sudah diputus bersalah dan diminta untuk membayar denda. Alias nebus barang bukti berupa STNK. Baiklah saya kemudian pergi ke Kejaksaan Negeri Sleman.

Sudah ada petunjuk jalan untuk permasalahan tilang ketika memasuki area kejaksaan. Ketika saya datang, ternyata sudah banyak pengantri dari berbagai kalangan (rada alay bahasanya nie). Langsung aja guys, ke loketnya. Ditempat tersebut surat tilang diberikan, dan menunggu nama dipanggil. Setelah nama dipanggil akan diberi nomor urut.

Waduh... Nomor urut saya 957 nie. Padahal saat itu pemanggilan nomor urut baru sampe 100-an. 2 jam kemudian nomor urut saya dipanggil lalu membayar biaya denda sebesar Rp. 50.000,-.... Dan selesai! yeeee! STNK telah kembali lagi. Hmmm... Rada kecewa sih, karena apa? Karena tidak merasakan bagaimana sidang tilang. Adakah kamu-kamu pernah mengalami sidang tilang?



Barangkali bisa berbagi melalui komentar, agar mengobati rasa kecewa saya. Intinya kudu lebih tertib ya temen2x. Meskipun siang hari kudu nyalain lampu, kalo ngga langsung ditilang and diputus bersalah lho. Kemudian, sebaiknya jangan lagi "titip" biaya perkara di polisi. Silahkan hadir di saat sidang dan langsung nebus barang bukti di kejaksaan negeri.

Seterusnya.... »»
Related Posts with Thumbnails

Macam-macam

KLIK PADA BENDERA UNTUK MELIHAT KLASEMEN SEMENTARA LIGA INGGRIS